Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Bosch Dorong Adopsi Teknologi Keselamatan Jadi Fokus Utama GIIAS 2026
SHARE:

Jakarta — Industri otomotif Indonesia tengah memasuki babak baru yang menarik. Jika sebelumnya persaingan antarprodusen lebih banyak berfokus pada tenaga mesin, efisiensi bahan bakar, atau desain kendaraan, kini kemampuan kendaraan dalam mengenali risiko dan membantu mencegah kecelakaan mulai menjadi faktor pembeda utama. Pergeseran paradigma ini menjadi salah satu pesan penting yang mengemuka pada gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Pergeseran ini sejalan dengan pesan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka GIIAS 2026. Menurutnya, keputusan investasi, teknologi, dan pendalaman industri yang diambil saat ini akan menentukan wajah industri otomotif nasional pada 2035. Artinya, langkah strategis yang dilakukan para pelaku industri sekarang menjadi fondasi penting bagi masa depan sektor otomotif Tanah Air.

Mengusung tema Eye of the Future, GIIAS 2026 menempatkan inovasi kendaraan sebagai penggerak utama masa depan mobilitas. Bagi GAIKINDO, kemajuan kendaraan tidak lagi hanya diukur dari kecanggihan teknologinya semata. Lebih dari itu, kemampuan kendaraan untuk membantu melindungi pengemudi dan pengguna jalan menjadi indikator penting yang turut menentukan arah perkembangan industri.

Ardhana Wiranata, Vice Compartment Future Automotive Technology & Renewable Energy GAIKINDO, menegaskan bahwa perkembangan industri otomotif kini tidak lagi hanya diukur dari peningkatan performa dan efisiensi kendaraan. Menurutnya, kemampuan kendaraan untuk membantu mengurangi risiko kecelakaan akan menjadi ukuran penting dalam perkembangan industri ke depan.

"Perkembangan teknologi terus mendorong budaya berkendara yang semakin aman, nyaman, dan efisien. Karena itu, tantangan industri ke depan bukan hanya menghadirkan teknologi yang semakin canggih, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

Salah satu gambaran nyata mengenai perkembangan teknologi keselamatan tersebut ditampilkan melalui Booth Safety & Advanced Technology GAIKINDO bersama Bosch Indonesia. Di area pameran ini, pengunjung dapat melihat secara langsung bagaimana berbagai teknologi keselamatan bekerja sebagai satu sistem terintegrasi untuk membantu pengemudi mengenali risiko dan merespons situasi berbahaya di jalan raya.

Risiko di jalan memang muncul dalam hitungan detik. Kendaraan di depan dapat mengerem mendadak, pejalan kaki tiba-tiba menyeberang, atau sepeda motor muncul dari titik buta. Dalam kondisi seperti ini, yang menentukan bukan lagi sekadar refleks pengemudi, tetapi juga seberapa cepat kendaraan mampu mengenali risiko dan memberikan bantuan yang tepat saat dibutuhkan.

"Perkembangan teknologi keselamatan bukan lagi sekadar tentang menambah fitur pada kendaraan. Tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi dapat memberikan dukungan yang tepat pada situasi yang tepat, terutama ketika kondisi berkendara dan interaksi antar pengguna jalan semakin kompleks," ujar Director of Mobility Solution Bosch Indonesia, Bernard Simanjuntak.

Bosch menjelaskan proses kerja teknologi keselamatan modern melalui tiga tahapan yang saling terhubung, yakni Sense, Think, dan Act. Ketiga tahapan ini bekerja secara sinergis layaknya sistem saraf manusia dalam merespons berbagai situasi di jalan raya. Pendekatan ini memungkinkan kendaraan tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga mitra cerdas bagi pengemudi.

Tahapan pertama adalah Sense, yang berperan sebagai "mata" tambahan kendaraan. Pandangan pengemudi memang tidak selalu mampu menjangkau seluruh area di sekitar kendaraan, terutama pada titik-titik buta. Dalam kondisi ini, Multi-Purpose Camera membantu mengenali marka dan pengguna jalan lain, Radar Sensor mengukur jarak serta kecepatan objek, sementara Ultrasonic Sensor mendeteksi benda dalam jarak dekat.

Tahapan kedua adalah Think, yang berfungsi sebagai "otak" pembaca risiko. Setelah berbagai sensor mengenali kondisi di sekitar kendaraan, informasi tersebut kemudian diolah oleh sistem komputasi canggih. Perangkat lunak menganalisis perubahan situasi, memperkirakan potensi risiko, dan menentukan apakah diperlukan respons tertentu. Dalam hitungan milidetik, seluruh informasi diproses untuk memahami kondisi sekitar kendaraan.

Tahapan terakhir adalah Act, yang menjadi "refleks" saat waktu terbatas. Ketika risiko tabrakan meningkat, waktu pengemudi untuk bereaksi semakin sempit. Integrated Power Brake membantu menghasilkan respons pengereman yang cepat dan presisi untuk mengurangi kecepatan atau dampak benturan. Fungsinya menyerupai refleks tambahan tanpa menggantikan kendali pengemudi.

Melalui rangkaian proses tersebut, sistem keselamatan modern tidak lagi hanya dirancang untuk mengurangi dampak kecelakaan, tetapi juga membantu pengemudi mengantisipasi risiko sejak lebih dini. Semakin cepat risiko dikenali, semakin besar peluang kecelakaan dapat dihindari. Inilah esensi dari teknologi keselamatan yang terus berkembang pesat saat ini.

Arah pengembangan ini sejalan dengan upaya peningkatan keselamatan jalan di tingkat global maupun nasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Global Road Safety Target 5 menargetkan seluruh kendaraan memenuhi standar keselamatan yang lebih tinggi pada 2030. Di Indonesia, Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan juga menempatkan keselamatan kendaraan dan pengguna jalan sebagai dua dari lima pilar utama keselamatan jalan.

Menghadirkan teknologi saja tidak cukup. Seiring berkembangnya sistem keselamatan kendaraan, industri perlu memiliki kemampuan untuk memahami, mengembangkan, dan menguasai teknologi tersebut. Di saat yang sama, keselamatan juga bergantung pada pemeliharaan kendaraan agar seluruh sistem tetap bekerja secara optimal sepanjang masa pakainya. Karena itu, kehadiran Bosch di GIIAS tidak hanya memperkenalkan solusi keselamatan, tetapi juga menjadi ruang edukasi.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui divisi Mobility Aftermarket yang menghadirkan berbagai produk penunjang keselamatan berkendara, seperti wiper, klakson, busi, filter, lampu, dan komponen otomotif lainnya. Pada GIIAS 2026, Bosch juga mengajak masyarakat berkontribusi melalui program sosial. Setiap pembelian satu pasang wiper Bosch Advantage dan Clear Advantage selama pameran akan dikonversikan menjadi donasi untuk mendukung peremajaan 100 unit ambulans di berbagai daerah di Indonesia.

SHARE:

BMW Tuai Kritik usai Tampilkan Iklan Spider-Man di Layar Dasbor Mobil

WhatsApp Tambah Fitur @all untuk Panggil Seluruh Anggota Grup Sekaligus