Jakarta, Technologue.id - Biznet tengah mempertimbangkan pengembangan infrastruktur digital ke arah Indonesia Timur. Manado menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam pertimbangan tersebut. Kota ini didorong agar dapat berkembang sebagai hub internet internasional menuju luar Indonesia.
Rencana ini menjadi bagian dari arah pengembangan infrastruktur Biznet yang tidak hanya berfokus pada perluasan jaringan internet. Perusahaan juga menyiapkan pembangunan jalur konektivitas antarpulau, pusat data, dan fasilitas pendukung lalu lintas data. Jika terealisasi, Manado berpotensi memainkan peran lebih strategis dalam menghubungkan Indonesia Timur dengan jaringan digital global.
Biznet sendiri telah hadir di Manado sejak 2020. Saat itu, perusahaan mulai memperluas jaringan fiber optiknya ke Sulawesi Utara. Manado menjadi kota pertama di Pulau Sulawesi yang tercakup jaringan Biznet. Layanan yang tersedia mencakup pelanggan perumahan, usaha kecil dan menengah, hingga perusahaan.
Sejak itu, perusahaan terus mengembangkan cakupan layanannya di berbagai wilayah. Kehadiran Biznet di Manado dan kota-kota lain di kawasan timur menjadi fondasi untuk menjangkau kebutuhan konektivitas masyarakat. Pelaku usaha serta sektor industri yang semakin bergantung pada layanan digital juga menjadi sasaran pengembangan.
Vice President Territory Jakarta Biznet, Yasmin Unsulangi, menyampaikan bahwa pengembangan fasilitas infrastruktur telah menjadi bagian dari pertimbangan perusahaan. Hal ini mencakup kebutuhan nasional maupun internasional di kawasan timur Indonesia. Dorongan untuk menghadirkan hub internet internasional di Manado juga masuk dalam rencana pengembangan ke depan.
"Pembangunan fasilitas, baik untuk kebutuhan nasional maupun internasional ke arah Indonesia Timur, sudah menjadi pertimbangan Biznet. Kami juga terus mendorong agar internet international hub dari Manado ke luar Indonesia dapat masuk dalam rencana pembangunan mendatang," ujar Yasmin.
Pertimbangan tersebut memiliki relevansi dengan posisi geografis Manado yang berada di kawasan utara Indonesia. Lokasinya relatif dekat dengan jalur Asia Pasifik. Keberadaan hub internasional berpotensi membuka jalur konektivitas baru untuk pertukaran data lintas negara. Hal ini sekaligus memperkuat pilihan jalur trafik internet bagi wilayah Indonesia Timur.
Pengembangan infrastruktur di kawasan timur juga berkaitan dengan investasi Biznet pada fasilitas pusat data. Pada Juli 2026, perusahaan mulai mengoperasikan AI-Ready Data Center di Badung, Bali. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi berkinerja tinggi, termasuk beban kerja kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Baca Juga:
Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo, menjelaskan bahwa keberadaan Data Center Exchange di Badung memiliki nilai strategis. Fasilitas ini dapat memangkas latensi koneksi ke sejumlah wilayah Indonesia Timur. Daerah yang disebut mencakup Manado, Bitung, Makassar, Balikpapan, hingga Mataram. Wilayah-wilayah itu selama ini memiliki jarak cukup jauh dari sejumlah pusat infrastruktur digital di kawasan barat Indonesia.
Selain pusat data, Biznet juga menyiapkan pengembangan jaringan kabel fiber optik bawah laut Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2). Proyek ini direncanakan menghubungkan Surabaya di Jawa, Banjarmasin di Kalimantan, Sumenep di Madura, hingga Buleleng di Bali. Tujuannya untuk memperkuat konektivitas antarpulau dan meningkatkan kapasitas jaringan.
BNCS-2 merupakan kelanjutan dari BNCS-1 yang menghubungkan sejumlah wilayah di Jawa, Sumatra, dan Bangka. Pengembangan kabel bawah laut menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk memperkuat infrastruktur jaringan. Langkah ini juga mengurangi ketergantungan pada jalur tertentu serta mendukung pemerataan akses internet berkualitas.

Yasmin menegaskan bahwa pembangunan jaringan tidak hanya berorientasi pada koneksi antartitik. Perusahaan juga memperhatikan kualitas layanan dan peluang yang dapat tercipta bagi masyarakat. "Kami percaya membangun jaringan bukan hanya soal menghubungkan satu titik wilayah dengan wilayah lain. Infrastruktur seperti BNCS diharapkan menciptakan pengalaman layanan yang lebih optimal bagi pelanggan serta membuka lebih banyak kesempatan di era digital," tuturnya.
Meski demikian, BNCS-2 dan rencana hub internasional Manado merupakan pengembangan dengan cakupan dan tujuan berbeda. BNCS-2 berfokus pada konektivitas kabel bawah laut antarpulau. Sementara hub internasional Manado masih menjadi arah pengembangan yang didorong untuk memperkuat hubungan jaringan Indonesia dengan luar negeri.
Jika rencana tersebut berlanjut, pengembangan infrastruktur Biznet di Bali dan jalur kabel bawah laut dapat menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung perluasan konektivitas Indonesia Timur. Namun, realisasi hub internasional di Manado tetap bergantung pada keputusan investasi dan kesiapan infrastruktur. Jalur koneksi internasional serta kebutuhan pasar juga menjadi faktor penentu.
Bagi Manado, peluang tersebut bukan semata-mata soal peningkatan layanan internet lokal. Kehadiran fasilitas dengan fungsi internasional berpotensi menambah peran kota tersebut dalam ekosistem digital regional. Sementara bagi Biznet, langkah ini dapat menjadi pijakan untuk memperluas infrastruktur dari pasar layanan internet menuju jaringan konektivitas yang lebih strategis di kawasan Asia Pasifik.