Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Bill Gates Bangun Reaktor Nuklir Baru TerraPower
SHARE:

Technologue.id, Jakarta -  Komisi Regulasi Nuklir Amerika Serikat memberikan lampu hijau kepada perusahaan energi nuklir TerraPower untuk memulai pembangunan reaktor nuklir baru di negara bagian Wyoming. Persetujuan ini menandai langkah penting karena proyek tersebut menjadi pembangunan reaktor nuklir komersial baru pertama di Amerika Serikat dalam hampir satu dekade, sebagaimana dilaporkan oleh The New York Times.

TerraPower merupakan perusahaan yang didirikan oleh miliarder teknologi Bill Gates. Proses untuk mendapatkan izin pembangunan reaktor tersebut memakan waktu bertahun-tahun karena harus melalui berbagai tahap evaluasi dan persetujuan regulasi yang ketat.

Proyek ini menjadi bagian dari upaya untuk mengembangkan pembangkit nuklir generasi baru yang lebih efisien dan berbiaya lebih rendah. Kebutuhan energi yang terus meningkat, terutama akibat ekspansi industri kecerdasan buatan dan pembangunan data center mendorong pencarian sumber energi yang stabil dan rendah emisi untuk menopang infrastruktur energi di Amerika Serikat.

Reaktor yang akan dibangun TerraPower menggunakan teknologi yang dikenal sebagai Natrium reactor. Teknologi ini memanfaatkan pendingin natrium cair, berbeda dari reaktor nuklir konvensional yang menggunakan air ringan. Pendekatan tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan biaya pembangunan dan waktu konstruksi.

Para pendukung energi nuklir menilai teknologi ini dapat menjadi solusi penting untuk menghasilkan listrik dalam jumlah besar tanpa menghasilkan emisi karbon seperti pembangkit listrik berbahan bakar batu bara atau gas.

Namun, pengembangan energi nuklir tetap memicu perdebatan. Para kritikus menyoroti potensi risiko keselamatan dari reaktor nuklir, sementara pihak lain mempertanyakan apakah manfaat lingkungan dari energi nuklir dapat sepenuhnya mengimbangi tantangan terkait produksi dan pengelolaan limbah radioaktif.

Selain itu, proyek ini juga menghadapi tantangan dari sisi biaya dan logistik. Fasilitas yang direncanakan tersebut diperkirakan menelan biaya setidaknya US$4 miliar. Jika semua tahapan berjalan sesuai rencana, reaktor nuklir TerraPower diproyeksikan mulai beroperasi sekitar tahun 2031.

Proyek ini dipandang sebagai salah satu eksperimen besar dalam upaya menghidupkan kembali pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Amerika Serikat, sekaligus menjawab kebutuhan energi yang terus meningkat di era transformasi digital dan kecerdasan buatan.

SHARE:

UMKM Panen Cuan di Ramadan Berkat Kolaborasi TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop

Google Kena Gugat, Chatbot Gemini AI Diduga Picu Bunuh Diri