Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Ben Griffin: Agen Bebas Peralatan yang Hanya Setia pada Satu Bola Golf
SHARE:

Bayangkan Anda adalah salah satu pemain golf terbaik di dunia, peringkat ke-11 global, dengan tiga gelar PGA Tour dan tiket Ryder Cup di saku. Ratusan perusahaan peralatan golf berebut untuk memasukkan produk mereka ke dalam tas Anda. Namun, Anda memilih untuk berjalan sendiri, bebas memilih 14 tongkat apa pun yang Anda suka setiap minggunya. Kecuali untuk satu hal: bola golf. Itulah jalan yang ditempuh Ben Griffin, dan ini bukan sekadar pilihan gaya—ini adalah strategi yang disengaja yang mencerminkan evolusi seorang atlet dan kebangkitan sebuah merek.

Di dunia golf profesional yang sering kali dipenuhi kontrak eksklusif dan kesetiaan merek yang kaku, status "agen bebas peralatan" Griffin adalah sebuah anomali. Setelah kontrak sebelumnya dengan Mizuno dan UST Mamiya berakhir, pemain berusia 29 tahun itu kini memiliki kebebasan penuh untuk bereksperimen. Dia bisa masuk ke truk pemasok mana pun di lapangan latihan, menguji driver terbaru, atau mengganti set wedge sesuai keinginan. Namun, di tengah lautan pilihan itu, ada satu anchor yang tak tergoyahkan: bola Maxfli Tour X-nya. Ini adalah satu-satunya perjanjian peralatan yang dia miliki, sebuah kemitraan yang baru saja diperpanjang tiga tahun.

Lantas, mengapa seorang bintang yang sedang naik daun mempertaruhkan segalanya pada satu bola dari sebuah merek yang sedang dalam proses kebangkitan? Jawabannya mengungkap lebih dari sekadar preferensi peralatan; ini tentang filosofi permainan, identitas pribadi, dan pemahaman yang tajam tentang apa yang benar-benar menggerakkan performa di level tertinggi.

Kebebasan Bereksperimen vs. Konsistensi Mutlak

Griffin menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang "terbuka" untuk menguji produk, meski mengaku bukan "gear nerd". "Saya berteman dengan banyak perwakilan merek di Tour ini, dan saya suka masuk ke truk mereka, berbicara dan belajar tentang peralatan baru mereka," ujarnya. Pendekatannya lebih pada eksplorasi dan umpan balik daripada keinginan untuk terus-menerus mengubah setup-nya. Namun, dia dengan tegas menyatakan, "Jika ada sesuatu yang jauh lebih baik, saya tidak takut untuk membuat perubahan."

Sikap ini terlihat jelas di WM Phoenix Open awal tahun ini. Di hari Senin, dia sibuk menguji driver baru Ping G440 K dengan berbagai shaft. Meski tampak nyaman dengan driver baru itu, rencananya adalah tetap memakai G430 Max 10K yang telah membawanya meraih tiga kemenangan perdana di PGA Tour pada 2025. Namun, hanya tiga hari kemudian, pada hari Kamis, G440 K sudah berada di dalam tasnya. Itulah kemewahan menjadi agen bebas: fleksibilitas untuk berubah pikiran berdasarkan feel dan data, tanpa terikat kontrak.

Rory McIlroy of Northern Ireland and caddie Harry Diamond prepare to putt on the 11th green during the third round of The Genesis Invitational 2026 at Riviera Country Club on February 21, 2026 in Pacific Palisades, California.

Fleksibilitas ini memungkinkannya untuk secara objektif memilih peralatan yang paling melengkapi permainannya. Tasnya tahun ini adalah sebuah mosaik: driver Ping (yang akhirnya dia kembalikan ke model G430), fairway wood TaylorMade Qi10, iron Mizuno Pro S-3 (dengan 3 dan 4 iron model M-13 yang lebih forgiving), wedge yang mungkin berubah, dan putter TaylorMade Spider yang dia adopsi akhir musim lalu—dan langsung menang dengannya. Ini adalah pendekatan pragmatis murni. Namun, di tengah semua variabel ini, bola adalah konstanta. "Saya memiliki enam kategori yang saya pikirkan (driver, kayu fairway, iron, wedge, putter, dan bola golf) dan saya paling percaya pada bola Maxfli dibanding produk lainnya, jadi saya sudah mengamankannya," tegas Griffin. "Itu tidak akan pernah berubah."

Bola Golf: Komponen Paling Kritis dalam Tas

Pernyataan Griffin bahwa bola golf adalah "satu produk yang paling saya percayai" dan "bagian paling penting dalam permainan" bukanlah klise pemasaran. Ini adalah pengakuan teknis dari seorang profesional. Bola golf adalah satu-satunya peralatan yang digunakan pada setiap pukulan dalam satu ronde. Konsistensi feel, kompresi, spin, dan performa aerodinamisnya memengaruhi segala hal, dari drive sejauh 300 yard hingga chip lembut di sekitar green.

Dengan mengunci bola, Griffin menciptakan fondasi yang stabil. Dari fondasi itu, dia dapat membangun (atau mengubah) susunan tongkat di sekitarnya. Maxfli bahkan mengembangkan varian khusus untuknya: Maxfli Tour X -LS. Bola ini mempertahankan feel dan kecepatan tinggi yang disukainya dari Tour X standar, tetapi mengurangi spin dari klub-klub di ujung tas (seperti driver dan fairway wood), memberinya kepercayaan diri untuk "swing away" tanpa khawatir spin menjadi tak terkendali. Ini adalah kolaborasi sejati antara atlet dan insinyur, yang difasilitasi oleh kemitraan yang erat.

Ben Griffin of the United States reacts after a par on the 15th green on day three of the Zurich Classic of New Orleans on April 26, 2025 in Avondale, Louisiana.

Pilihan ini juga mencerminkan kedewasaan bisnis. Griffin mengakui bahwa di awal kariernya, seorang pemain PGA Tour mungkin "hampir mencari sponsor". Namun, setelah kesuksesan dan posisinya yang kini berada di peringkat 11 dunia, situasinya berbalik. "Sekarang saya berada pada titik di mana saya memiliki banyak opsi di depan saya, dan ini bukan lagi soal uang," katanya. Ini tentang keyakinan dan nilai yang selaras. Dia menolak sekadar "menjual tempat di tas"nya; dia ingin bermitra dengan perusahaan yang dipercayainya.

Kisah Kebangkitan Ganda: Griffin dan Maxfli

Ada resonansi yang dalam antara perjalanan Griffin dan merek yang dia wakili. Griffin pernah meninggalkan golf kompetitif dan bekerja di industri hipotek sebelum membuat comeback spektakuler untuk meraih kartu PGA Tour melalui Korn Ferry Tour pada 2022. Maxfli, sebuah nama legendaris yang sempat memudar dari panggung utama, juga sedang dalam proses kebangkitan di bawah kepemilikan Dick's Sporting Goods.

"Ini produk yang sangat bagus yang agak hilang dimakan waktu dengan cara ekonomi perusahaan bekerja sejak 1990-an," ujar Griffin tentang Maxfli. "Sekarang dengan apa yang dilakukan Dick's, mereka benar-benar berusaha melakukan dorongan dan comeback, dan itu beresonansi sangat baik dengan saya dan kisah saya melakukan comeback ke golf profesional."

Jalan kebangkitan Maxfli di Tour profesional dimulai dengan dukungan pada atlet yang punya cerita unik. Griffin terinspirasi untuk mencoba bola Maxfli setelah melihat Lexi Thompson menjadi satu-satunya endorser Maxfli di LPGA pada 2024. Kemitraan dengan Griffin, Thompson, dan Fred Funk dari PGA Tour Champions membangun narasi kebangkitan yang otentik, jauh dari kesan sekadar membeli kehadiran dengan cek besar.

Lexi Thompson of the United States walks onto the first green during the final round of the LPGA Drive On Championship at Bradenton Country Club

Statusnya sebagai satu-satunya endorser bola Maxfli di PGA Tour juga telah menjadi bagian dari identitasnya. "Semua orang menyebut saya sebagai pria yang memainkan Maxfli," katanya. Dalam dunia yang serba homogen, di mana banyak pemain top menggunakan peralatan dari merek yang sama, pilihan Griffin menjadikannya menonjol. Ini adalah pernyataan mode, sekaligus pernyataan keyakinan.

Strategi yang Bisa Ditiru Golfer Biasa?

Lantas, apa pelajaran yang bisa diambil golfer rekreasi dari pendekatan Ben Griffin? Pertama, pentingnya menemukan dan setia pada satu model bola golf. Sering kali, pegolf amatir mengganti-ganti bola berdasarkan promo atau sisa stok, yang mengorbankan konsistensi feel dan performa. Menemukan satu bola yang cocok dengan kecepatan swing dan preferensi feel, lalu berkomitmen padanya, dapat meningkatkan konsistensi lebih dari sekadar mengganti driver terbaru.

Kedua, nilai dari kebebasan bereksperimen. Tanpa tekanan kontrak peralatan 14-tongkat, Griffin dapat secara objektif memilih klub yang benar-benar terbaik untuk permainannya. Bagi golfer biasa, ini berarti terbuka untuk mencoba berbagai merek saat fitting, tanpa prasangka atau fanatisme merek. Performa harus menjadi satu-satunya penentu.

Maxfli

Terakhir, ini tentang kemitraan yang otentik. Griffin menolak logika "sponsor terbesar menang". Dia memilih mitra yang ceritanya selaras dengan perjalanannya sendiri. Dalam konteks yang berbeda, ini mengingatkan kita bahwa dalam golf—seperti yang terlihat pada dinamika persaingan di Tour—keputusan yang didasarkan pada keyakinan pribadi dan kecocokan teknis sering kali membuahkan hasil yang lebih langgeng daripada yang didorong semata-mata oleh insentif finansial.

Ben Griffin mungkin seorang agen bebas dalam hal klub, tetapi dalam hal bola, dia adalah seorang loyalis yang paling teguh. Di era di mana pemain top sering kali menjadi billboard berjalan untuk satu merek peralatan lengkap, pilihannya adalah penyegaran. Ini mengingatkan kita bahwa di jantung permainan yang kompleks ini, ada satu peralatan yang benar-benar universal, yang menghubungkan setiap pukulan, dari tee hingga green. Dan untuk Ben Griffin, itu adalah bola Maxfli-nya. Saat musim 2026 bergulir, semua mata akan tertuju untuk melihat apakah strategi setia pada satu bola ini akan terus membawanya ke puncak, membuktikan bahwa terkadang, dalam golf dan dalam hidup, fondasi yang kokoh lebih berharga daripada kebebasan tanpa arah.

SHARE:

Dove Cameron Ungkap Perjalanan 16 Tahun ke Serial Baru Prime Video

Klasemen La Liga: Barcelona Salip Real Madrid di Puncak