Technologue.id - Kredit pajak kendaraan listrik memang telah berakhir, namun efeknya baru akan terasa signifikan bagi konsumen dalam waktu dekat. Pasar mobil bekas akan segera dibanjiri oleh gelombang kendaraan listrik berusia tiga tahun yang selesai masa sewanya. Situasi ini diprediksi akan mengubah dinamika bisnis penjualan mobil bekas secara drastis.
Antara Januari 2023 hingga September 2025, lebih dari 1,1 juta mobil listrik disewakan dengan persyaratan yang sangat menarik. Lonjakan volume sewa ini didorong oleh kredit federal senilai $7.500 di bawah kebijakan Commercial Clean Vehicle Credit. Produsen otomotif memanfaatkan subsidi pemerintah ini untuk menawarkan biaya modal yang lebih rendah kepada pelanggan.
Kebijakan tersebut secara signifikan meningkatkan porsi kendaraan listrik baru yang disewakan daripada dibeli konsumen secara langsung hingga tahun lalu. Bagi Anda yang berencana membeli unit seken, ada baiknya memperhatikan tips ini sebelum memutuskan transaksi. Data menunjukkan hampir 58 persen kendaraan listrik baru disewakan pada kuartal kedua tahun 2025.
Gelombang pengembalian sewa ini diprediksi akan mulai membanjiri tempat penjualan mobil bekas dalam waktu yang sangat dekat. Mengingat masa sewa yang paling umum adalah 36 bulan, lonjakan pengembalian unit akan terjadi sekitar April 2026. Unit-unit ini nantinya akan bersaing ketat untuk mendapatkan tempat di inventaris dealer mobil bekas.
Jeremy Robb dari Cox Automotive menjelaskan bahwa persentase sewa mobil baru sempat turun drastis ke angka 16 persen pada akhir 2022. Namun, angka tersebut kini perlahan naik kembali yang didorong secara dominan oleh kendaraan listrik dan plug-in hybrid. Tren ini menunjukkan pergeseran perilaku konsumen yang lebih memilih opsi sewa untuk teknologi baru.
Baca Juga:
Perbedaan utama gelombang kali ini adalah adanya ekuitas negatif yang cukup besar pada akhir masa sewa kendaraan listrik. Harga tebusan yang ditetapkan di awal kontrak seringkali lebih tinggi dari nilai pasar saat ini. Hal ini membuat penyewa lebih memilih mengembalikan kunci daripada membeli mobil tersebut di akhir masa sewa.
Cox Automotive mengantisipasi Tesla Model Y dan Model 3 akan menjadi model dengan volume pengembalian terbesar di pasar. Selain itu, Hyundai Ioniq 5, Volkswagen ID.4, dan Ford Mustang Mach-E juga diprediksi akan banyak tersedia. Sementara untuk kategori plug-in hybrid, Jeep Wrangler 4xe diperkirakan akan memimpin jumlah ketersediaan unit.
Scott Case, CEO Recurrent, menyarankan agar pengecer mempersiapkan diri untuk melayani pembeli kendaraan listrik kedua kalinya dengan strategi khusus. Dealer perlu mengenali kebutuhan segmen ini, mulai dari solusi kecemasan jarak tempuh hingga jaminan kesehatan baterai. Penguasaan terhadap segmen mobil bekas bersertifikat akan menjadi kunci dominasi pasar di masa depan.
Peningkatan inventaris yang tersedia secara tiba-tiba cenderung memberikan tekanan ke bawah pada harga grosir kendaraan listrik di pasaran. Situasi ini bisa mempermudah transaksi mobil bagi konsumen yang mencari opsi kendaraan ramah lingkungan yang lebih terjangkau. Mobil listrik bekas akan menjadi pilihan menarik dibandingkan mobil bensin yang suplainya makin terbatas.
Analis memperkirakan harga kendaraan berbahan bakar bensin bekas justru bisa naik karena kelangkaan relatif unitnya di pasar lelang. Sebaliknya, membanjirnya stok kendaraan listrik bekas akan membuat harganya terlihat jauh lebih murah dan kompetitif. Dinamika penawaran dan permintaan ini mengubah apa yang awalnya subsidi pemerintah menjadi kekuatan pasar murni.