Jakarta, Technologue.id — Dua konser Ed Sheeran di Gillette Stadium, Massachusetts, yang sedianya digelar Jumat dan Sabtu, resmi dibatalkan akibat cuaca ekstrem yang menghantam kawasan Pantai Timur Amerika Serikat. Keputusan itu diumumkan promoter Messina Touring hanya beberapa jam sebelum konser pertama dimulai. Pembatalan ini menutup pekan yang penuh gejolak bagi penyanyi asal Inggris tersebut.
Messina Touring menyatakan pembatalan dilakukan karena adanya peringatan cuaca buruk di Boston dan seluruh wilayah New England. "Keputusan ini diambil dengan mengutamakan keselamatan penggemar, staf, dan semua pihak yang terlibat dalam pertunjukan," demikian bunyi pernyataan resmi promoter tersebut, seperti dikutip dari laporan media internasional.
Badai yang diperkirakan berupa nor'easter itu tidak hanya menggagalkan konser Sheeran. Sejumlah acara besar lain di kawasan yang sama juga dibatalkan pada hari yang sama, termasuk festival All Things Go di Queens, New York. Global Citizen Festival di New York City serta Oceans Calling di Ocean City, Maryland, turut bernasib sama.
Gubernur New York Kathy Hochul dan Gubernur New Jersey Mikie Sherrill bahkan menetapkan status darurat di wilayah masing-masing. Menurut laporan ABC7, badai akhir pekan ini berpotensi membawa angin merusak, banjir pesisir signifikan, hujan lebat, gangguan perjalanan, hingga pemadaman listrik.
Jadwal Tur Loop Kembali Dilanjutkan OktoberMeski dua jadwal di Gillette Stadium batal, Messina Touring memastikan Tur Loop akan kembali bergulir pada 3 Oktober mendatang di Atlanta. Sheeran sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait pembatalan ini. Namun, ia sebelumnya sempat menyebut pekan lalu sebagai "pekan terburuk" dalam hidupnya.
Pembatalan di Massachusetts ini menambah panjang dinamika yang mengiringi Tur Loop. Sebelumnya, Sheeran sempat menjadi sorotan setelah rapper Macklemore dicoret dari daftar penampil dalam tur tersebut. Keputusan itu diduga berkaitan dengan komentar pro-Palestina yang disampaikan Macklemore pada pertunjukan sebelumnya.
Pemilik Gillette Stadium, miliarder Robert Kraft, dikabarkan berperan penting dalam pencoretan tersebut. Kraft menegaskan bahwa venue miliknya berkomitmen "menyediakan lingkungan yang ramah bagi semua tamu dan memastikan setiap acara tidak menjadi platform ujaran kebencian." Ia menilai Macklemore telah "melewati batas" tersebut.
Sheeran mengaku sempat diberi tahu bahwa Kraft dan sejumlah pemilik stadion lain akan membatalkan pertunjukannya jika Macklemore tetap tampil. Atas dasar itu, promotornya memilih untuk mengeluarkan rapper tersebut dari daftar tur. Keputusan itu berbuntut panjang, dengan band pengiring dan sejumlah aksi pembuka Sheeran ikut mundur.
Baca Juga:
Pada 19 September, Sheeran tetap tampil di Philadelphia dengan formasi band pengiring yang baru. Di atas panggung, ia menyampaikan permintaan maaf dan mengaku tidak pernah berniat menjadi musisi aktivis. "Aku benar-benar minta maaf," ujarnya saat itu, seraya berharap kontroversi tersebut tidak merusak hubungan baiknya dengan banyak pihak.
Macklemore pun angkat bicara soal pengeluarannya dari tur. Ia berharap hubungan pertemanannya dengan Sheeran tidak berakhir karena persoalan ini. "Aku harap ini bukan akhir dari persahabatanku dengan Ed," kata Macklemore. Ia juga mengajak keduanya untuk terus belajar dan merenungkan apa arti netralitas di momen seperti ini.
Isu politik di dunia hiburan memang kerap memicu reaksi luas, termasuk dari sesama musisi. Sejumlah artis lain pernah menyuarakan sikap serupa, seperti yang tergambar dalam pemberitaan soal sikap Sheeran terkait situasi Gaza. Bahkan delegasi Indonesia di forum PBB turut menyoroti isu Palestina melalui aksi walkout diplomatik.
Di sisi lain, industri musik global terus berinovasi dalam mendekatkan artis dengan penggemar. Spotify, misalnya, meluncurkan fitur berbagi cerita yang memungkinkan musisi menyampaikan narasi langsung kepada pendengar. Inovasi semacam ini dinilai relevan di tengah dinamika industri yang makin kompleks.
Terlepas dari berbagai kontroversi, pencapaian musikal Sheeran tetap sulit dibantah. Sejumlah lagunya masuk dalam daftar lagu Diamond RIAA, sebuah pencapaian bergengsi di industri musik Amerika. Prestasi itu menjadi bukti besarnya basis penggemar yang ia miliki di seluruh dunia.
Dengan pembatalan di Gillette Stadium, para penggemar di Massachusetts harus menunggu informasi lebih lanjut soal opsi pengembalian dana atau penjadwalan ulang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai hal tersebut. Yang jelas, badai akhir pekan ini memaksa banyak agenda hiburan besar di Pantai Timur harus ditunda.
Tur Loop sendiri dijadwalkan berlanjut ke sejumlah kota lain setelah Atlanta. Bagi Sheeran, momentum pemulihan setelah pekan berat menjadi ujian tersendiri. Publik menantikan apakah kontroversi dan cuaca ekstrem akan tetap membayangi perjalanan turnya ke depan.