Technologue.id, Jakarta – Amazon Web Services (AWS) mengumumkan bahwa sistem keimigrasian digital pertama di Thailand, Thailand Immigration Management System (THIM), kini berjalan menggunakan layanan cloud yang dibangun di atas infrastruktur AWS. Platform tersebut dikembangkan oleh Digital Identity Co., Ltd. bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Thailand untuk memodernisasi proses keimigrasian dan meningkatkan pengalaman wisatawan internasional yang berkunjung ke negara tersebut.
Peluncuran THIM menjadi langkah penting dalam transformasi digital layanan publik Thailand, terutama mengingat Bangkok tercatat sebagai kota dengan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara tertinggi di dunia pada 2025. Dengan memanfaatkan teknologi cloud, pemerintah Thailand berupaya menghadirkan proses imigrasi yang lebih cepat, aman, dan efisien bagi jutaan pelancong setiap tahunnya.
Saat ini, aplikasi THIM telah memasuki tahap uji coba dan dapat diunduh oleh wisatawan melalui perangkat mobile. Melalui platform tersebut, wisatawan dapat menyelesaikan pengisian kartu kedatangan hanya dalam waktu sekitar tiga menit sebelum tiba di Thailand.
Untuk pertama kalinya, wisatawan internasional dapat melakukan registrasi kedatangan secara digital sebelum pesawat mendarat. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi antrean dan waktu tunggu di pos pemeriksaan imigrasi secara signifikan.
Aplikasi THIM saat ini tersedia dalam empat bahasa, yaitu Inggris, Rusia, Jepang, dan Mandarin. Pemerintah Thailand juga berencana menambah dukungan bahasa lainnya dalam beberapa bulan mendatang guna menjangkau lebih banyak wisatawan dari berbagai negara.
“Sistem imigrasi Thailand melayani sekitar 30 juta wisatawan mancanegara setiap tahun. Kami bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pengalaman turis di perbatasan mencerminkan Thailand sebagai negara yang modern dan ramah,” ujar Pratya Prasarnsuk, Wakil Komisaris Kantor Imigrasi Thailand.
Menurutnya, kehadiran THIM menempatkan Thailand di garis depan transformasi digital layanan imigrasi di Asia Tenggara. Selain mempercepat proses pemeriksaan, sistem tersebut juga memperkuat kemampuan keamanan nasional melalui pemanfaatan teknologi modern.
THIM dibangun menggunakan berbagai layanan cloud AWS yang beroperasi di AWS Asia Pacific (Bangkok) Region. Sistem ini memanfaatkan tiga komponen utama yang menjadi fondasi operasionalnya.
Pertama, pada proses verifikasi dokumen, THIM menggunakan teknologi Optical Character Recognition (OCR) berbasis kecerdasan buatan untuk mengekstraksi informasi dari paspor dan mendukung proses electronic Know Your Customer (e-KYC).
Kedua, pada sisi komputasi dan orkestrasi, platform ini mengandalkan Amazon EC2 untuk kebutuhan komputasi skala besar, Amazon EKS untuk pengelolaan beban kerja berbasis container, serta Elastic Load Balancing untuk menjaga ketersediaan layanan selama periode lonjakan trafik, terutama saat musim liburan.
Ketiga, dalam aspek keamanan dan kepatuhan, THIM memanfaatkan Amazon GuardDuty untuk deteksi ancaman berkelanjutan, AWS Security Hub untuk pengelolaan keamanan terpusat, serta AWS Key Management Service (AWS KMS) dan AWS Certificate Manager (ACM) guna memastikan enkripsi end-to-end dan komunikasi sistem yang aman.
Langkah tersebut dirancang untuk melindungi data sensitif wisatawan, termasuk informasi paspor dan identitas pribadi lainnya.
CEO Digital Identity Co., Ltd., Natakorn Tanachaihirun, mengatakan bahwa THIM dikembangkan untuk memastikan gerbang masuk Thailand dapat terbuka lebih luas tanpa mengorbankan aspek keamanan.
“Perbatasan adalah pintu gerbang utama Thailand. Kami mengembangkan THIM untuk memastikan pintu tersebut dapat terbuka dengan aman. Ini baru awal dari berbagai peluang yang dapat dihadirkan oleh pusat layanan cloud-native bagi Kantor Imigrasi dan jutaan wisatawan yang dilayaninya,” ujarnya.
Sementara itu, Vatsun Thirapatarapong, Country Manager AWS Thailand, menilai proyek ini menunjukkan bagaimana transformasi digital kini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam meningkatkan daya saing nasional.
“Digitalisasi bukan lagi sekadar peningkatan sistem di balik layar, tetapi telah menjadi langkah strategis untuk membangun kepercayaan publik dan meningkatkan daya saing. THIM membuktikan bahwa teknologi cloud mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih mulus sekaligus memperkuat keamanan nasional,” katanya.
Ke depan, THIM tidak hanya berfungsi sebagai platform registrasi kedatangan digital. Sistem ini dirancang untuk berkembang menjadi pusat layanan digital terpadu bagi Kantor Imigrasi Thailand.
Berbagai fitur tambahan yang tengah disiapkan meliputi layanan pemesanan janji temu, perpanjangan izin tinggal secara elektronik (e-Extension), penerbitan dokumen sertifikasi untuk berbagai keperluan administratif, hingga layanan digital keimigrasian lainnya.
Aplikasi THIM saat ini telah tersedia untuk diunduh melalui App Store dan Google Play Store.