Technologue.id, Jakarta - Apple dilaporkan tengah mengembangkan perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (AI) guna memperkuat posisinya di tengah persaingan yang semakin ketat dengan OpenAI dan perusahaan teknologi besar lainnya. Informasi ini diungkap dalam laporan The Information yang diterbitkan pada Rabu (21/1).
Menurut laporan tersebut, perangkat ini akan hadir dalam bentuk pin AI yang dapat dikenakan pada pakaian pengguna. Pin ini dikabarkan akan dilengkapi dengan dua kamera dan tiga mikrofon, memungkinkan perangkat untuk menangkap gambar, video, serta suara dari lingkungan sekitar.
Jika benar-benar dirilis, produk ini akan menjadi sinyal kuat bahwa pasar perangkat keras AI kian memanas. Kabar tersebut muncul tak lama setelah Kepala Urusan Global OpenAI, Chris Lehane, menyatakan dalam forum Davos pada Senin lalu bahwa OpenAI kemungkinan akan mengumumkan perangkat keras AI pertamanya pada paruh kedua tahun ini. Beberapa laporan tambahan bahkan menyebutkan bahwa perangkat OpenAI tersebut berpotensi berupa earbud pintar.
Perangkat wearable AI Apple ini digambarkan sebagai cakram tipis, datar, dan berbentuk lingkaran, dengan material aluminium dan kaca. Para insinyur Apple disebut menargetkan ukuran yang mendekati AirTag, meski dengan ketebalan sedikit lebih besar.
Strip pengisian daya di bagian belakang, mirip dengan mekanisme pengisian daya pada perangkat Fitbit.
Kombinasi ini memungkinkan pin AI berfungsi sebagai asisten berbasis konteks yang selalu aktif, tanpa harus mengandalkan layar.
Menariknya, Apple disebut-sebut tengah mempercepat pengembangan perangkat ini sebagai langkah strategis untuk menghadapi OpenAI dan para pesaing di sektor AI generatif. Laporan tersebut menyebutkan bahwa pin AI Apple berpotensi dirilis pada tahun 2027, dengan rencana produksi awal mencapai 20 juta unit.
TechCrunch melaporkan telah menghubungi Apple untuk meminta komentar lebih lanjut, namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan.
Meski terdengar menjanjikan, keberhasilan perangkat AI semacam ini masih menjadi tanda tanya. Sebelumnya, dua mantan karyawan Apple mendirikan Humane AI, startup yang juga merilis pin AI dengan kamera dan mikrofon bawaan. Namun, produk tersebut gagal menarik minat pasar dan menuai banyak kritik saat peluncuran.
Akibatnya, Humane harus menghentikan operasinya dan menjual asetnya ke HP hanya dalam waktu kurang dari dua tahun setelah produk tersebut dirilis.