Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Apple Duo Rp30 Jutaan Dipromosikan Jadi Jam Meja, Pakar Tidur Justru Ingatkan Bahaya
SHARE:

Jakarta, Technologue.id — Apple kembali mencuri perhatian lewat perangkat lipat terbarunya, iPhone Duo. Perangkat seharga US$1.999 atau sekitar Rp30 jutaan ini menawarkan beragam kemampuan, mulai dari multitasking dua layar berdampingan hingga menonton video tanpa tangan di berbagai sudut. Namun, ada satu promosi yang menuai sorotan, yakni klaim bahwa perangkat ini bisa menjadi jam meja yang menyenangkan di sisi tempat tidur.

Promosi tersebut disampaikan Apple dalam ajang Apple Event 2026 pada Rabu. Craig Federighi, Senior Vice President Software Engineering Apple, menyebut iPhone Duo memiliki kemampuan membangunkan pengguna dengan cahaya lembut yang waktunya selaras sempurna dengan alarm. Dalam materi visual yang dibagikan Apple, perangkat dalam kondisi terlipat sebagian itu diletakkan di atas meja nakas.

Posisi tersebut justru bertentangan dengan rekomendasi sejumlah pakar kesehatan dan kebugaran. Para ahli menilai meja nakas bukan tempat yang tepat bagi ponsel, terutama saat tidur. American Academy of Sleep Medicine bahkan menyarankan agar ponsel disimpan di ruangan lain dan pengguna mengandalkan jam digital sebagai pengganti alarm ponsel.

Rekomendasi itu muncul karena sejumlah riset menunjukkan tidur di dekat ponsel dapat memperburuk kualitas tidur dengan berbagai cara. Salah satunya adalah godaan menggulir layar untuk terakhir kali, entah untuk memeriksa media sosial atau berbelanja aplikasi demi diskon terakhir. Lima menit bisa dengan cepat berubah menjadi 50 menit dan memangkas durasi tidur yang seharusnya didapatkan.

Selain itu, aktivitas menatap layar sebelum tidur yang dianggap menenangkan tetap menyimpan risiko stimulasi mental. Otak bisa terus bekerja jauh setelah ponsel dimatikan untuk malam itu. Pakar juga menduga notifikasi yang datang tanpa henti sepanjang hari membuat seseorang terbiasa menantikannya pada malam hari.

Dinamika tersebut, meski berjalan sendiri, berpotensi menurunkan kualitas tidur. Hal yang sama juga terjadi ketika seseorang memeriksa ponsel setelah terbangun secara acak di tengah malam. Kebiasaan ini membuat tubuh sulit kembali ke fase tidur yang nyenyak.

Menariknya, promosi iPhone Duo sebagai jam meja terbilang mengejutkan karena Apple selama ini gencar mengampanyekan kesehatan dan kebugaran. Pada acara yang sama, Apple mengumumkan sederet fitur kesehatan baru untuk Apple Watch yang dirancang mengoptimalkan kebugaran fisik pengguna.

Apple Watch Ultra 4, misalnya, menghadirkan fitur readiness yang menganalisis sejumlah metrik. Metrik tersebut mencakup aktivitas terkini, beban latihan, hingga skor tidur untuk menentukan bagaimana pengguna sebaiknya menjalani hari. Fitur ini justru menegaskan bahwa kualitas tidur menjadi perhatian serius Apple.

Sejumlah pengamat menduga Apple mulai terusik oleh popularitas jam alarm pintar atau bebas layar yang kian meningkat. Perangkat seperti Dreamie, Hatch Sleep Clock, dan Hatch Restore 3 disebut mampu menggantikan posisi ponsel sebagai perangkat pertama dan terakhir yang disentuh pengguna setiap hari.

Terlepas dari alasan di baliknya, tidur tanpa ponsel di kamar ternyata tidak seseram yang dibayangkan. Pengalaman pribadi sejumlah pengguna menunjukkan bahwa kebiasaan ini justru menghasilkan salah satu tidur terbaik yang pernah dirasakan. Perubahan tersebut bahkan bertahan permanen dan mengubah perilaku sehari-hari.

Ponsel pun bisa tetap berada di ruangan lain sepanjang malam sementara pengguna mengandalkan jam alarm bebas layar. Untuk mengantisipasi panggilan darurat, ponsel dapat diatur dalam mode jangan ganggu, tetapi nada dering tetap dinyalakan penuh. Dengan begitu, kontak favorit masih bisa menembus keheningan bila benar-benar diperlukan.

Meski terasa merepotkan, langkah ini dinilai jauh lebih baik ketimbang terbangun, meraih ponsel, dan terseret ke dalam pesan teks atau email sebelum benar-benar bangun dari tempat tidur. Kebiasaan kecil ini berdampak besar pada kualitas istirahat dan kesiapan menjalani aktivitas.

Di sisi lain, pasar ponsel layar ganda memang terus bergeliat. Sejumlah merek menghadirkan perangkat dengan dua panel sekaligus, seperti yang terlihat pada Lava Blaze Duo 3 dengan baterai 5.000mAh. Tren ini menunjukkan bahwa inovasi layar menjadi salah satu medan persaingan utama di industri ponsel.

Namun, dominasi Apple di pasar global juga tengah mendapat tekanan. Di kampung halaman sendiri, dominasi Android membuat aktivasi iPhone terus merosot. Kondisi ini membuat setiap langkah strategi Apple, termasuk cara memasarkan iPhone Duo, menjadi sorotan publik dan pengamat industri.

Strategi pemasaran Apple pun tak lepas dari upaya menghadirkan perangkat yang selalu relevan. Sebelumnya, langkah serupa terlihat saat seri iPhone 14 dirilis dengan sejumlah penyesuaian strategi. Apple tampaknya terus mencari celah agar perangkatnya tetap melekat pada rutinitas harian pengguna.

Yang jelas, klaim jam meja pada iPhone Duo membuka diskusi baru soal batas antara teknologi dan kesehatan. Di satu sisi, perangkat ini menawarkan fungsionalitas menarik. Di sisi lain, pakar tidur mengingatkan bahwa menempatkan ponsel di dekat kepala saat tidur bukanlah pilihan yang bijak.

Bagi konsumen, keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing. Apakah iPhone Duo akan benar-benar menjadi jam meja andalan, atau justru dikembalikan ke ruangan lain demi tidur yang lebih berkualitas, semua bergantung pada prioritas pengguna.

SHARE:

Komdigi Siapkan Uji Ketahanan Sistem Portal Bansos

CLEVO World di Roblox Ajak Anak Kenali Tantangan Jadi Petani