Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Antisipasi Komponen Langka, Penjualan PC Global Naik di Awal 2026
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Pasar komputer pribadi (PC) global mencatat pertumbuhan pada kuartal pertama 2026, di tengah kekhawatiran kenaikan harga komponen yang dipicu oleh lonjakan kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI). Laporan dari Counterpoint Research menunjukkan bahwa pengiriman PC global tumbuh sekitar 3,2 persen secara tahunan (year-on-year) pada periode tersebut.

Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh pembelian lebih awal (preemptive buying) oleh konsumen dan bisnis yang ingin menghindari lonjakan harga memori dan penyimpanan di masa mendatang. Selain itu, langkah Microsoft yang mengakhiri dukungan untuk Windows 10 juga mendorong banyak pengguna untuk melakukan upgrade perangkat mereka.

Secara total, penjualan PC global mencapai 63,3 juta unit sepanjang kuartal pertama 2026. Distribusi penjualan masih didominasi oleh lima produsen besar, yakni Lenovo, ASUS, Apple, HP, dan Dell.

Di antara para pemain utama tersebut, Lenovo memimpin pasar dengan pangsa sebesar 26 persen. Sebagian besar produsen mencatatkan pertumbuhan penjualan, kecuali HP yang mengalami penurunan tahunan sekitar 5 persen.

Sementara itu, Apple menjadi salah satu perusahaan dengan pertumbuhan paling menonjol, mencatat kenaikan penjualan sebesar 11 persen. Kinerja ini didorong oleh pembaruan lini produk seperti MacBook Pro dan MacBook Air dengan chip terbaru, serta peluncuran model baru yang lebih terjangkau, MacBook Neo. Counterpoint memperkirakan inovasi ini akan terus mendorong pertumbuhan pada kuartal berikutnya.

Namun demikian, prospek industri PC ke depan masih dibayangi berbagai tantangan. Analis Senior Counterpoint, Minsoo Kang, menyebutkan bahwa investasi besar-besaran dalam infrastruktur AI telah mendorong kenaikan biaya komponen, termasuk CPU dan perangkat penting lainnya.

“Tekanan biaya yang terus meningkat dan kenaikan harga ritel yang dihasilkan diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan pasar PC sepanjang 2026,” ujarnya.

Kekhawatiran tersebut sejalan dengan proyeksi dari IDC yang sebelumnya memperkirakan penurunan pengiriman PC hingga 8,9 persen pada 2026. Bahkan, pada Maret lalu, prediksi tersebut direvisi menjadi penurunan sebesar 11,6 persen, seiring meningkatnya harga RAM dan penyimpanan.

Meski dampak kenaikan harga belum sepenuhnya dirasakan konsumen saat ini, tren kenaikan harga mulai terlihat. Berbagai perusahaan teknologi telah mulai menyesuaikan harga produk mereka, seperti yang baru-baru ini dilakukan oleh Meta terhadap lini headset Quest.

Dengan kondisi ini, analis menilai bahwa lonjakan harga perangkat teknologi kemungkinan hanya tinggal menunggu waktu sebelum dirasakan secara luas oleh pasar global.

SHARE:

Wikimedia Terancam Diblokir di Indonesia Gara-gara Tidak Daftar PSE

Bluesky Alami Gangguan Layanan Akibat Serangan DDoS