Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Anker Innovations: Siapa Pemilik Brand Aksesoris Ponsel Ini?
SHARE:

Jakarta – Anker Innovations atau yang lebih dikenal sebagai Anker, merupakan salah satu merek aksesoris pengisian daya paling populer di dunia. Banyak pengguna perangkat elektronik setia menggunakan produk mereka, mulai dari adaptor USB-C hingga power bank nirkabel. Namun, tahukah Anda siapa sebenarnya pemilik dari brand teknologi asal China ini?

Anker adalah perusahaan publik yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Shenzhen dan Bursa Efek Hong Kong. Meskipun diperdagangkan secara publik, mayoritas kepemilikan perusahaan masih berada di tangan para pendiri dan manajemen internal. Pendiri sekaligus Chairman Steven Yang dan Co-founder sekaligus CEO Zhao Dongping bersama-sama menguasai sekitar 51 persen saham perusahaan.

Kepemilikan mayoritas ini memberikan kendali yang solid bagi kedua pendiri atas operasional dan strategi korporasi Anker. Selain para pendiri, investor institusi besar seperti National Council for Social Security Fund juga turut berinvestasi dengan kepemilikan saham sekitar 11,5 persen. Sementara itu, publik atau investor individu memiliki lebih dari 26 persen saham perusahaan.

Anker pertama kali melantai di bursa saham pada Agustus 2020 di Bursa Efek Shenzhen. Langkah ini menandai babak baru bagi perusahaan yang telah berdiri hampir 15 tahun tersebut. Pada 2 Juli 2026, Anker juga resmi tercatat di Bursa Efek Hong Kong, memperluas jangkauan investasinya secara global.

Meskipun kini identik dengan charger dan power bank, Anker tidak memulai bisnisnya dari produk-produk tersebut. Perusahaan ini didirikan oleh Steven Yang, mantan insinyur perangkat lunak di Google, pada Desember 2011. Awalnya, Anker yang dikenal dengan nama Oceanwing ini fokus menawarkan baterai pengganti untuk laptop dan ponsel.

Pada saat itu, sebagian besar perangkat masih menggunakan baterai yang bisa dilepas. Namun, perusahaan dengan cepat melakukan pivot ke pengisi daya ponsel dan power bank pada tahun 2012. Keputusan ini diambil karena melihat potensi besar smartphone yang hampir menguasai pasar ponsel pada era tersebut.

Close-up of the Anker logo on a product packaging

Anker tumbuh dengan stabil dengan memanfaatkan Amazon sebagai platform distribusi utamanya, terutama di tahun-tahun awal. Strategi ini terbukti efektif dan membantu Anker membangun reputasi global. Perusahaan juga telah melakukan diversifikasi besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir.

Saat ini, Anker memiliki beberapa sub-brand untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Anker Solix fokus pada portable power station, Eufy untuk perangkat smart home, Soundcore untuk produk audio, dan EufyMake untuk produk percetakan khusus. Melalui berbagai sub-brand ini, Anker menawarkan beragam gadget inovatif.

Kesuksesan Anker tidak lepas dari inovasi produk yang konsisten. Perusahaan ini dikenal dengan produk-produk berkualitas tinggi yang bersaing dengan merek-merek ternama lainnya. Fitur Terbaru yang dihadirkan Anker selalu menarik perhatian para penggemar teknologi.

Close-up of a person holding an Anker USB-C charger in their hand

Di bawah kendali para pendirinya, Anker terus memperluas lini produk dan jangkauan pasarnya. Salah satu contohnya adalah jajaran Soundcore yang menghadirkan berbagai solusi audio inovatif. Produk-produk seperti Sleep A30 dan AeroClip menjadi bukti komitmen Anker pada inovasi.

Anker juga aktif berpartisipasi dalam ajang teknologi global seperti MWC untuk memperkenalkan produk terbarunya. Di ajang bergengsi tersebut, Anker kerap memamerkan gadget-gadget canggih yang siap mengubah gaya hidup pengguna. Beberapa Gadget Canggih yang dipamerkan di MWC 2026 menunjukkan arah perkembangan teknologi aksesoris masa depan.

Bagi para penggemar teknologi yang menginginkan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, Anker juga menghadirkan solusi-solusi praktis. Berbagai Gadget Unik yang diperkenalkan di ajang teknologi global membuktikan bahwa Anker terus berinovasi. Perusahaan ini tidak hanya fokus pada produk pengisian daya, tetapi juga pada ekosistem perangkat yang lebih luas.

Dengan struktur kepemilikan yang jelas dan fondasi bisnis yang kuat, Anker diprediksi akan terus menjadi pemain utama di industri aksesoris teknologi. Dukungan dari investor institusi dan publik memberikan modal yang cukup untuk ekspansi lebih lanjut. Sementara itu, kendali mayoritas oleh para pendiri memastikan visi jangka panjang perusahaan tetap terjaga.

Bagi konsumen di Indonesia, produk-produk Anker sudah tersedia melalui berbagai platform e-commerce dan toko ritel. Harga yang kompetitif dan kualitas yang terjamin membuat Anker menjadi pilihan utama bagi banyak pengguna. Perusahaan terus berkomitmen untuk menghadirkan inovasi yang memudahkan kehidupan digital masyarakat modern.

SHARE:

Galaxy Z Flip 8 Bocor: Desain Sama, Cuma Chip Lebih Kencang

Pornhub Diblokir di AS