Jakarta, Technologue.id – AMD resmi mengumumkan bahwa solusi rackscale AMD Helios kini telah beroperasi di infrastruktur Meta. Pengumuman ini menandai babak baru kemitraan strategis kedua perusahaan yang telah dibangun bertahun-tahun melalui kolaborasi desain bersama. Langkah ini disebut sebagai fondasi penting dalam membangun infrastruktur AI berskala gigawatt untuk era superintelligence.
Kemitraan AMD dan Meta mencakup lini produk yang sangat luas, mulai dari prosesor AMD EPYC, GPU AMD Instinct, jaringan AMD Pensando, hingga perangkat lunak AMD ROCm. Semua teknologi ini dirancang untuk mendukung layanan Meta dan infrastruktur AI yang terus berkembang pesat. Kolaborasi ini bukan proyek jangka pendek, melainkan hasil rekayasa bersama yang matang.
Lisa Su, Chair and CEO AMD, menyebut Meta sebagai mitra strategis yang telah melalui kolaborasi teknis mendalam selama bertahun-tahun. Menurutnya, kehadiran Helios di Meta membawa kemitraan ini ke skala baru di era superintelligence. "Bersama-sama, kami membangun dan menerapkan infrastruktur pada skala gigawatt," ujar Lisa Su dalam keterangan resminya, dikutip Senin (27/10/2026).
Mark Zuckerberg, founder dan CEO Meta, juga memberikan pernyataan senada. Ia menegaskan bahwa AMD telah menjadi mitra kunci dalam membangun daya komputasi untuk model frontier mereka. "Kami melakukan investasi besar dalam daya komputasi yang memungkinkan kami menghadirkan personal superintelligence kepada semua orang, dan AMD memainkan peran penting di dalamnya," kata Zuckerberg.
Baca Juga:
Secara teknis, sistem AMD Helios rackscale tahap awal telah terpasang dan sedang diuji oleh Meta. Pengujian ini menjadi jalur menuju penerapan yang lebih luas dalam waktu dekat. Helios diposisikan sebagai tulang punggung komputasi untuk model AI frontier dan layanan unggulan Meta ke depan.
Di sisi prosesor, AMD EPYC menjadi mesin komputasi pilihan untuk Muse, agen AI personal milik Meta. Meta telah menerapkan jutaan prosesor EPYC lintas beberapa generasi dan menjadi pelanggan utama untuk CPU EPYC generasi keenam. Kedua perusahaan juga tengah berkolaborasi untuk generasi mendatang, termasuk prosesor dengan nama kode "Verano".
Untuk GPU, AMD Instinct saat ini sudah digunakan dalam produksi infrastruktur Meta untuk pelatihan, ranking, dan mesin rekomendasi. Meta bahkan menjadi pelanggan definisi awal untuk arsitektur AMD Instinct MI450. Nantinya, Meta akan menerapkan GPU AMD Instinct kustom yang dioptimalkan khusus untuk beban kerjanya.
Kolaborasi ini turut membentuk platform AMD masa depan, termasuk GPU AMD Instinct MI500 dan sistem rack-scale generasi berikutnya. Artinya, kebutuhan Meta menjadi salah satu masukan penting dalam arah pengembangan silikon AMD. Hal ini menunjukkan hubungan kedua perusahaan yang saling menguntungkan secara teknologi.
Di ranah perangkat lunak, AMD dan Meta bekerja sama memajukan ROCm melalui PyTorch agar pengembang bisa langsung memanfaatkan GPU AMD. AMD juga memberikan dukungan Day-0 untuk model Muse Spark Open pada GPU AMD Instinct. Dukungan serupa diberikan untuk Muse Glimmer pada PC AMD Ryzen AI dan GPU AMD Radeon.
Kerja sama software diperluas ke pelatihan AI skala besar dengan mengoptimalkan model rekomendasi pada GPU AMD Instinct MI350X. Kontribusi perbaikan juga diberikan ke PyTorch, Triton, dan ROCm agar bisa digunakan pengembang lain. Langkah ini memperkuat ekosistem perangkat lunak terbuka yang selama ini menjadi fondasi adopsi GPU AMD.
Sebagai bagian dari kemitraan ini, AMD berencana menginvestasikan dana sebesar 1 miliar dolar AS dalam penawaran ekuitas Meta. Investasi tersebut menegaskan komitmen jangka panjang AMD terhadap hubungan strategis dengan raksasa media sosial itu. Nilainya mencerminkan kepercayaan kedua pihak terhadap arah pengembangan AI ke depan.
Kesepakatan ini memperlihatkan bagaimana persaingan infrastruktur AI kini bergeser ke skala gigawatt. Meta dan AMD menyelaraskan peta jalan produk serta keputusan rekayasa untuk beban kerja Meta saat ini dan mendatang. Dari kerja sama bertahun-tahun, keduanya kini membangun dan menerapkan sistem AI terintegrasi dalam skala raksasa.
Langkah Meta memperkuat infrastruktur AI-nya sejalan dengan ekspansi besar yang tengah dilakukan perusahaan. Sebelumnya, Meta juga diketahui membangun infrastruktur kabel bawah laut senilai Rp158 triliun untuk mendukung konektivitas global. Ekspansi ini menunjukkan ambisi Meta menghadirkan layanan AI ke miliaran pengguna.
Bagi industri, kemitraan AMD dan Meta menjadi sinyal bahwa pasokan chip AI tidak lagi bergantung pada satu pemasok saja. AMD memposisikan diri sebagai mesin komputasi pilihan lintas CPU, GPU, jaringan, sistem, dan software. Dukungan Day-0 untuk model Meta terbaru menjadi nilai tambah tersendiri di mata pengembang.
Pengumuman ini juga relevan dengan perkembangan regulasi dan ekosistem AI yang semakin ramai. Di sisi lain, inovasi perangkat seperti laptop untuk pengembang turut mendorong kebutuhan komputasi AI yang lebih luas. Sementara itu, adopsi AI di ranah iklan juga diatur lewat UU iklan AI di sejumlah wilayah.
Dengan Helios yang mulai beroperasi dan investasi miliaran dolar, AMD dan Meta tampak menyiapkan fondasi jangka panjang untuk era superintelligence. Keduanya tidak hanya berbicara soal chip, tetapi juga sistem, software, dan skala penerapan. Bagaimana implementasi penuh Helios berjalan akan menjadi sorotan industri AI dalam beberapa bulan ke depan.