Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Amartha Prosper Incar UMKM Perempuan
SHARE:

Jakarta - Investasi semakin menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan masyarakat modern. Kemudahan akses melalui platform digital membuat aktivitas investasi lebih terjangkau bagi berbagai kalangan, tidak lagi terbatas pada mereka yang memiliki modal besar atau pengalaman panjang di bidang keuangan. Di tengah kondisi pasar yang dinamis, masyarakat tetap perlu cermat mengelola keuangan, termasuk menyisihkan anggaran secara terukur untuk berinvestasi.

Menjawab kebutuhan tersebut, Amartha menghadirkan Amartha Prosper sebagai pilihan alternatif investasi yang memungkinkan masyarakat berinvestasi sekaligus terhubung dengan pembiayaan produktif bagi UMKM perempuan. Melalui program Grassroots Growth Series (GGS), investasi disalurkan kepada Ibu Mitra Amartha di lebih dari 50.000 desa di seluruh Indonesia dengan sektor usaha beragam sehingga memberikan portofolio risiko investasi yang dikelola secara terukur.

Lolita Setyawati CFP®, RIFA®, Certified Financial Planner, mengungkapkan minat masyarakat terhadap investasi juga mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya banyak investor fokus mencari produk yang “cepat cuan”, kini semakin banyak yang mulai mempertimbangkan kesesuaian dengan profil risiko, tujuan keuangan, serta transparansi pengelolaan investasi.

Di tengah semakin banyaknya pilihan instrumen, investor juga mulai memperhatikan bagaimana investasi ditempatkan. Bagi sebagian investor, hal ini menjadi pertimbangan tambahan di mana investasi tidak hanya dilihat dari potensi imbal hasil, tetapi juga untuk memahami apakah investasi yang dikelola terhubung dengan sektor riil, termasuk pembiayaan produktif UMKM yang berperan penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

Julie Fauzie, Chief Funding Officer Amartha, mengatakan, “Di tengah kondisi pasar yang tidak menentu, masyarakat perlu semakin cermat memilih produk investasi. Melalui Amartha Prosper, masyarakat dapat berinvestasi sekaligus mendukung pembiayaan sektor riil, khususnya pembiayaan produktif UMKM perempuan di perdesaan. Investor bukan hanya memperoleh potensi imbal hasil, melainkan juga investasi yang disalurkan dapat memberi dampak ekonomi yang lebih luas dan inklusif.”

Agar investasi dapat memberikan manfaat optimal, masyarakat perlu memahami tujuan keuangan, profil risiko, dan kondisi finansial sebelum memilih instrumen. Untuk itu, Amartha bersama Lolita Setyawati membagikan tips berinvestasi dengan bijak dan terukur.

Tips pertama adalah pastikan keuangan dasar sudah aman sebelum mulai berinvestasi. Menurut Lolita, investasi sebaiknya dilakukan ketika kebutuhan dasar sudah tertata, termasuk memiliki cash flow yang sehat, cicilan terkendali, serta memastikan tersedianya anggaran darurat. “Anggaran darurat tetap perlu diprioritaskan. Idealnya anggaran tersebut mencapai enam kali pengeluaran bulanan. Namun, jika belum memungkinkan, setidaknya mulai dari dua hingga tiga kali pengeluaran bulanan,” jelas Lolita.

Tips kedua adalah kenali tujuan dan profil risiko investasi. Setiap individu memiliki tujuan investasi yang berbeda, mulai dari pendidikan, pensiun, membeli rumah, hingga menjaga nilai aset agar tidak tergerus inflasi. “Ketika mau memulai berinvestasi, yang paling penting sebenarnya kenali diri sendiri dulu. Tujuan investasinya untuk apa, seberapa besar toleransi terhadap risiko, dan apa yang akan dilakukan jika hasilnya tidak sesuai harapan,” kata Lolita.

Tips ketiga adalah pilih produk yang legal dan logis. Lolita menekankan pentingnya memperhatikan legalitas produk, mekanisme pengelolaan investasi, potensi imbal hasil, serta kesesuaian dengan tujuan dan kondisi keuangan masing-masing. “Prinsipnya sederhana, yaitu legal dan logis. Legal berarti produk tersebut memiliki izin dan berada di bawah pengawasan otoritas terkait. Sementara, logis maksudnya kita memahami bagaimana pos keuangan dikelola, ke mana dana disalurkan, serta dari mana potensi imbal hasilnya berasal,” jelas Lolita.

Dalam konteks ini, Grassroots Growth Series dari Amartha Prosper memiliki beberapa profil investasi yang dapat disesuaikan dengan karakteristik investor, meliputi Balanced-Flex, Balanced, Progressive, dan Dynamic. Setiap profil dirancang untuk mengakomodir kebutuhan investor yang berbeda, mulai dari yang mengutamakan fleksibilitas hingga yang mencari potensi imbal hasil lebih tinggi.

Tips keempat adalah mulai dari nominal kecil tetapi konsisten. Banyak yang masih beranggapan bahwa investasi membutuhkan modal besar. Padahal, langkah terpenting dalam berinvestasi adalah memulai sedini mungkin dan melakukannya secara konsisten sesuai kemampuan finansial. “Dulu orang berpikir harus punya uang banyak dulu baru bisa mulai investasi. Padahal sekarang aksesnya sudah jauh lebih mudah dan nominalnya juga semakin terjangkau,” ujar Lolita.

Tips kelima adalah pertimbangkan nilai tambah dari penyaluran investasi. Seiring kemudahan dalam mengakses informasi keuangan, masyarakat mulai lebih cermat memahami ke mana dana investasi ditempatkan. Bagi sebagian investor, ini menjadi penting karena membantu mereka mengetahui bagaimana dana dikelola dan sektor apa yang menjadi tujuan penyalurannya.

Julie menambahkan, “Ketika modal disalurkan ke UMKM, dampaknya dapat meluas secara ekonomi. Melalui pembiayaan produktif, UMKM dapat memperoleh akses modal untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, hingga membuka lapangan pekerjaan.”

Selama lebih dari 16 tahun, Amartha telah menyalurkan modal usaha kepada lebih dari 4 juta UMKM perempuan di perdesaan dengan total permodalan mencapai lebih dari Rp47 triliun. Nilai ganda tersebut mendapat sambutan positif dari investor ritel, tercermin dari tingginya minat terhadap Amartha Prosper sejak diluncurkan pada Januari 2026.

“Investasi pada pembiayaan produktif UMKM merupakan pilihan investasi jangka menengah hingga jangka panjang sejalan dengan kebutuhan pembiayaan UMKM dengan beragam siklus usaha. Dengan berinvestasi melalui Amartha Prosper, masyarakat tidak hanya merencanakan masa depan keuangan mereka, tetapi juga turut memperluas akses pembiayaan bagi sektor riil yang mendorong pertumbuhan ekonomi,” tutup Julie.

Pada 2025, UMKM yang didukung Amartha mendorong terciptanya sekitar 90.000 lapangan pekerjaan baru melalui perekrutan karyawan pertama oleh pelaku UMKM, 86% di antaranya adalah perempuan. Hal ini menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi UMKM perempuan tidak hanya mampu memberikan imbal hasil yang menarik bagi investor, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan peluang kerja pada masyarakat sekitar.

SHARE:

Menakar Batas Keadilan AI sebagai Wasit di Lapangan

Suzuki Fronx Dominasi Pasar SUV Kompak dalam Setahun