Technologue.id, Jakarta - Riset TeamViewer menunjukkan AI di manufaktur mulai digunakan untuk menangani gangguan teknologi secara proaktif atau sebagian otonom. Sebanyak 68% pengambil keputusan TI manufaktur melaporkan penggunaan pendekatan tersebut, tetapi 32% masih meragukan nilai bisnis AI.
Menurut riset TeamViewer, 43% responden manufaktur menyatakan organisasinya telah menangani masalah secara proaktif. Sebanyak 25% lainnya melaporkan penanganan sebagian otonom, yakni AI memprediksi dan mencegah masalah dengan pengawasan manusia.
Angka tersebut melampaui hasil survei pada sektor teknologi, yang mencatat 35% untuk penanganan proaktif dan 21% untuk sebagian otonom. Pada seluruh sektor, proporsinya masing-masing mencapai 41% dan 17%, menurut TeamViewer.
Kecenderungan itu juga terlihat dari cara responden menginginkan layanan TI bekerja. Sebanyak 28% responden manufaktur memilih AI mendeteksi masalah lebih awal dan memberi informasi, dibandingkan 25% di seluruh sektor.
Sebaliknya, 19% responden manufaktur lebih memilih melaporkan masalah sendiri lalu menunggu perbaikan. Angka itu lebih rendah daripada rata-rata seluruh sektor, yaitu 25%, menurut riset yang sama.
Nilai bisnis dan risiko masih menjadi pertimbanganMeski penggunaan mulai berjalan, 32% pengambil keputusan TI manufaktur menyebut ketidakpastian tentang nilai atau dampak bisnis AI sebagai hambatan. Proporsi tersebut dua kali angka sektor teknologi, sebesar 16%, dan lebih tinggi daripada rata-rata lintas sektor, sebesar 21%.