Jakarta — Meta resmi menyepakati penyelesaian gugatan senilai US$17 miliar dengan jaksa agung dari sejumlah negara bagian di Amerika Serikat. Kesepakatan ini memaksa platform Instagram dan Facebook untuk menerapkan perlindungan baru bagi pengguna remaja.
Gugatan besar tersebut menuduh platform Meta memiliki desain dan fitur yang dapat mendorong penggunaan media sosial secara berlebihan pada anak dan remaja. Sebagai bagian dari penyelesaian, Meta wajib menerapkan sejumlah perlindungan baru yang akan mengubah cara remaja menggunakan kedua platform tersebut.
Meta mengatakan fitur-fitur tersebut akan mulai diterapkan secara bertahap dalam enam bulan ke depan. Perubahan ini mencakup batas penggunaan harian, pembatasan malam hari, hingga kontrol atas feed dan autoplay.
Batas Penggunaan Maksimal Dua JamMeta akan menerapkan batas penggunaan kumulatif dua jam per hari untuk Instagram dan Facebook bagi pengguna remaja. Saat ini, pengguna Teen Account mendapat pengingat setelah menggunakan aplikasi selama 60 menit.
Nantinya, setelah mencapai total dua jam penggunaan di kedua platform, remaja akan otomatis terkunci dari Instagram dan Facebook. Batas tersebut hanya dapat dilewati oleh orang tua yang telah menggunakan fitur parental controls.
Jika akun remaja tidak berada dalam pengawasan orang tua, tidak ada opsi untuk meminta tambahan waktu. Kebijakan ini dirancang untuk memberikan kontrol lebih besar kepada orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak mereka.
Night Mode Memblokir Aplikasi Tengah MalamMeta juga akan menerapkan Night Mode yang secara otomatis memblokir Instagram dan Facebook bagi seluruh pengguna remaja pada pukul 00.00 hingga 06.00. Sebelumnya, orang tua yang menggunakan fitur pengawasan dapat mengatur batas waktu atau jeda penggunaan sendiri.
Dengan aturan baru ini, pembatasan malam hari menjadi perlindungan standar bagi remaja. Fitur ini bertujuan untuk memastikan remaja mendapatkan waktu istirahat yang cukup tanpa gangguan dari media sosial.
School Mode Aktif pada Jam SekolahFitur School Mode akan membatasi aktivitas Instagram dan Facebook selama jam sekolah. Secara default, mode ini akan berlaku pada pukul 08.00 hingga 15.00. Pada periode tersebut, notifikasi dari aplikasi Meta akan dibisukan.
Orang tua tetap dapat mengatur jadwal pembatasan melalui fitur parental controls. Dengan adanya School Mode, remaja diharapkan dapat lebih fokus pada kegiatan belajar tanpa distraksi dari media sosial.
Remaja Bisa Memilih Feed Tanpa AlgoritmaInstagram saat ini memungkinkan pengguna beralih dari feed algoritmik ke feed Following yang menampilkan konten secara kronologis. Namun, feed algoritmik tetap menjadi pilihan default setiap kali aplikasi dibuka.
Melalui kesepakatan baru tersebut, remaja akan dapat memilih feed kronologis sebagai tampilan default. Meta juga akan secara berkala mengingatkan pengguna mengenai pilihan tersebut. Orang tua yang menggunakan parental controls juga dapat menetapkan feed non-algoritmik sebagai pilihan default untuk anak mereka.
Autoplay Bisa DimatikanRemaja nantinya dapat menonaktifkan fitur autoplay di Instagram dan Facebook. Jika autoplay dimatikan, video atau konten berikutnya tidak akan langsung diputar secara otomatis. Pengguna harus secara aktif mengetuk atau menggeser layar untuk melihat konten.
Orang tua juga dapat menjadikan autoplay sebagai fitur yang dinonaktifkan secara default bagi akun anak mereka. Kebijakan ini memberikan kendali lebih kepada remaja dalam mengatur konsumsi konten mereka.
Perubahan Dilakukan BertahapMeta sebelumnya telah memperkenalkan Teen Accounts pada 2024 dengan sejumlah fitur keselamatan dan kesejahteraan untuk pengguna remaja. Namun, perusahaan akan memperluas perlindungan tersebut melalui kesepakatan terbaru. Meta juga mengajak platform lain, termasuk YouTube dan TikTok, untuk menerapkan perlindungan serupa dan menjadikannya standar industri.
Bagi pengguna muda, perubahan ini berarti Instagram dan Facebook tidak lagi sepenuhnya dirancang untuk mendorong mereka terus berada di dalam aplikasi. Batas waktu, pembatasan malam dan jam sekolah, pilihan feed tanpa algoritma, serta kontrol autoplay akan memberi remaja dan orang tua lebih banyak kendali atas penggunaan media sosial.
Mick Tobin, salah satu pendiri dan direktur advokasi Young People's Alliance, mendukung perubahan tersebut. Ia menilai hubungan antara perusahaan media sosial bernilai sangat besar dengan pengguna remaja tidak seimbang.
Menurut Tobin, jika perlindungan seperti ini sudah diterapkan ketika dirinya masih remaja, ia mungkin memiliki kendali yang lebih besar atas kehidupannya. Perubahan ini juga sejalan dengan langkah Meta yang terus menghadirkan alat editing berbasis AI untuk meningkatkan pengalaman pengguna.
Dengan adanya kebijakan baru ini, orang tua diharapkan dapat lebih tenang dalam mengawasi aktivitas media sosial anak-anak mereka. Meta sendiri tampaknya serius dalam menjadikan platformnya lebih aman bagi pengguna muda, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan regulasi di masa depan.