Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
5 Cara Melindungi Diri dari Ancaman Siber di Era AI
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Penipuan digital semakin sulit dikenali di era kecerdasan buatan (AI). Pelaku kejahatan siber kini bisa membuat email dan pesan palsu yang terlihat meyakinkan, bahkan menyerupai komunikasi dari perusahaan atau orang yang dikenal.

Temuan tersebut menjadi sorotan dalam Microsoft Digital Defense Report (MDDR) 2026. Berdasarkan data Microsoft Threat Intelligence, sebanyak 73,3% upaya serangan siber secara global melibatkan interaksi pengguna, penyalahgunaan akun, rekayasa sosial (social engineering), dan phishing.

Microsoft juga mendeteksi lebih dari 46 juta serangan penyamaran identitas melalui email bisnis. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengguna tidak cukup hanya mengandalkan antivirus untuk melindungi diri dari ancaman digital.

Managing Director Microsoft Indonesia Gunawan Susanto mengatakan keamanan siber menjadi fondasi penting agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi dengan aman.

"Di era AI, keamanan siber bukan lagi sekadar persoalan perlindungan, tetapi fondasi yang memungkinkan organisasi dan masyarakat memanfaatkan teknologi yang kita gunakan," ujarnya.

Salah satu contoh ancaman siber terungkap dalam penelitian Microsoft Threat Intelligence pada Juni 2026. Kampanye bernama Photo.zip menyasar organisasi di industri perhotelan di Asia dan Eropa.

Pelaku mengirimkan email phishing yang menyerupai komunikasi terkait reservasi hotel, pertanyaan mengenai kamar, hingga keluhan tamu. Email tersebut berisi tautan untuk mengunduh file ZIP yang tampak seperti kumpulan foto.

Padahal, file tersebut dapat menjalankan program berbahaya yang memungkinkan pelaku mempertahankan akses ke perangkat korban.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa ancaman siber tidak selalu datang melalui pesan yang terlihat mencurigakan. File foto, dokumen digital, hingga tautan yang tampak resmi juga bisa dimanfaatkan untuk melancarkan serangan.

Risiko lain muncul dari penggunaan AI agents, yakni sistem AI yang dapat mengakses informasi dan menjalankan tugas secara mandiri. Tanpa pengaturan akses dan pengawasan yang tepat, teknologi ini berpotensi melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan tujuan pengguna.

5 Cara Melindungi Diri dari Ancaman Siber

Microsoft menyoroti sejumlah kebiasaan digital yang perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko serangan siber.

1. Jangan mudah percaya pada pesan yang meyakinkan

Pesan dengan bahasa rapi dan nama pengirim yang familiar belum tentu asli. Jika menerima permintaan informasi pribadi atau instruksi yang tidak biasa, lakukan konfirmasi melalui saluran komunikasi lain.

2. Periksa tautan dan lampiran

Jangan sembarangan membuka file atau mengunduh lampiran yang tidak diharapkan. Untuk urusan transaksi dan reservasi, akses situs atau aplikasi resmi secara langsung.

3. Waspadai QR code

QR code juga bisa mengarahkan pengguna ke situs phishing. Microsoft mencatat lebih dari 145 juta serangan phishing berbasis QR code secara global selama Juli 2025 hingga Juni 2026 melalui sistem Microsoft Defender for Office 365.

Sebelum memindai QR code, pastikan sumbernya tepercaya dan periksa alamat situs yang dituju.

4. Lindungi identitas digital

Gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun. Hindari membagikan informasi pribadi secara berlebihan karena akun yang diretas dapat menjadi pintu masuk untuk menyerang layanan digital lainnya.

5. Aktifkan verifikasi tambahan

Jangan hanya mengandalkan kata sandi. Aktifkan autentikasi multifaktor (MFA) untuk menambahkan lapisan perlindungan saat masuk ke akun. Pengguna juga bisa memakai passkey, yang memungkinkan verifikasi melalui sidik jari, pengenalan wajah, atau PIN perangkat.

SHARE:

vivo Buka-bukaan Jadwal OriginOS 7, Fokus ke Kamera

Teardown iPhone Duo Ungkap Rahasia Desain Foldable Apple